Senin, 28 November 2011

Kerendahan Hati By Taufik Ismail

KERENDAHAN HATI


Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Kerendahan Hati By Taufik Ismail

KERENDAHAN HATI


Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Minggu, 06 November 2011

Liryc Maher Zain Sepanjang Hidup


Aku bersyukur kau di sini, kasih
Di kalbuku, mengiringi
Dan padamu
Ingin kusampaikan
Kau cahaya hati
Dulu kupalingkan diri dari cinta
Hingga kau hadir ubah segalanya
Oooo
Inilah janjiku kepadamu
Chorus:
Sepanjang hidup
Bersamamu
Kesetiaanku tulus untukmu
Hingga akhir waktu
Kaulah cintaku, cintaku
Sepanjang hidup
Seiring waktu
Aku bersyukur atas hadirmu
Kini dan s’lamanya
Aku milikmu
Yakini hatiku
Kau anugerah sang Maha Rahim
Semoga Allah berkahi kita
Kekasih, penguat jiwa
Kuberdoa, kau dan aku di Jannah
Kutemukan kekuatanku di sisimu
Kau hadir sempurnakan s’luruh hidupku
Oooo
Inilah janjiku kepadamu
*Repeat Chorus
Yakini hatiku
Bersamamu, kusadari inilah cinta
Tiada ragu,
Dengarkanlah kidung cintaku yang abadi

Rabu, 26 Oktober 2011

Muhassabah

* Taat kepada kedua orang tua *
Anak Menjangan Dari Papua
Ditangkap saudagar dari persia
Jika Berbakti kepada orang tua
Hidup tentram serta bahagia

Selasa, 25 Oktober 2011

Muhassabah

Syetan adalah musuh yang nyata

Marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita dari pada godaan syeitan. Ikhlaskan diri dalam beribadah kepada Alllaw SWT , karena syetan dan iblis tidak akan sanggup menggoda hamba yang Ikhlas.

Siapa datang dari kelantan.
Bawa dagangan kain sutra.
Siapa orang dikuasai syetan.
akan diazab dalam neraka.

Wajahmu Ingatkan Aku

Lirik lagu BCL " Wajahmu Ingatkan Aku "


Wajahmu ingatkan aku
Dengan dia yang telah tiada
Tak bermaksud kusamakan
Kau dengan dia
Aku tak tahu mengapa tuhan
Mempertemukan aku denganmu
Aku cinta dia
Tapi takdir memisahkan
Reff
Kau datang di waktu yang tepat
Kau mengisi sakit jiwaku
Walau mungkin kau pun terluka
Wajahmu ingatkanku
Aku sampai tak bisa bedakan
Rasa bahagia dan rasa sedih


Sejak aku anggap dia
Takkan tergantikan
Back to Reff
Salahkah aku yang tak berdaya
Wajahmu ingatkanku
Dengan dia


Jalan Menuju Surga

Jalan Menuju Surga

1. Ucapkan Salam kepada Muslim yang lain
2. Memberi makan kepada orang yang kekurang atau membutuhkan
3. Menyambung tali silaturahim
4. Sholat Malam

* Alangkah Menyentuh Puisi Malam *
* Kekasih Jauh kini terkenang *
* Siapa suka mengucapkan Salam *
* Pasti Orang merasa Senang P

Pantun Islami

Tenunan batik jadi Pelekat
Dibawah Dara berwajah cerah
Kebahagian apa yang paling nikmat
Berkumpul keluarga di surga Allah

Senin, 24 Oktober 2011

Puisi Cinta

Cinta

Kalau Bukan Setetes Cinta takkan kugubah sebait piusi,
Kalau Bukan karena cinta aku takkan hadir disini.

Istiqomah

Istiqomah

Kalungan bunga putri pangeran
Berkilau permata diatas mahkota
godaan dunia kerap menjatuhkan
waspada harta, tahta dan wanita.



Rabu, 07 September 2011

Kata Mutiara

Belajarlah selalu untuk bersabar dan Ikhlas dalam melakukan segala. Karena dengan Sabar dan Ikhlas itu kamu akan mendapat ketenangan dan ketentraman  hati.

Tersenyumlah engkau pada semua orang, karena tersenyum merupakan salah satu ibadah yang mudah kita lakukan.

Romantic Liryc

Yangseku - Pujaan Hati

Pelukan sayang dari hati
Kini tak terbendung lagi
Yang telah lama aku nanti
Kau pujaan hati
Kau genggam erat tangan ini
Seakan tak ingin kau pergi
Kau peluk erat tubuh ini
Kau pujaan hati
Reff:
Biarkanlah kata sayang yang slalu terucap
Biarkanlah kata cinta yang selalu kudengar
Karena kaulah kekasih hati, yang selama ini mengisi hati
Biarkanlah kata indah yang selalu terucap
Biarkanlah kata mesra yang selalu ku dengar
Karena kaulah kekasih hati yang selama ini mengisi hati

Jumat, 19 Agustus 2011

Cinta

Tuhan..! Benarkah Dia Cintaku

Aku Ingin Tetap Mencintaimu

Inilah yang aku rasakan tentangmu…

Kau adalah tempat di mana aku menemukan kepercayaan

Untuk bicara bahwa aku butuh seorang pendengar

Kau adalah tempat di mana aku merasa nyaman

Untuk membuka diri bahwa aku telah hidup dalam sebuah rahasia…

Inilah yang ingin kuungkapkan padamu…

Kau adalah tujuan ketika aku ingin membawa rasa cintaku

Bukan dengan kesadaranku,Hanya dengan kata hatiku…

Bahwa aku tulus mencintaimu…

Inilah yang ingin kubisikkan padamu…

Kau adalah ranjang ketika aku ingin meletakkan segenap rinduku

Yang telah lama kehilangan arah,

Mencari sebuah perhentian yang sejuk di antara setiap penat ruang dan waktu…

Aku tulus mengulurkan jariku untuk menyentuhmu

Sebagai sebuah keberadaan yang indah dan nyata bagiku

Selasa, 09 Agustus 2011

Hidup adalah Suatu Pelajaran

HiDup adalah BelaJar...
BelaJar Bersyukur Meski Tak MamPu
BelaJar MemaHami Meski Tak SeHati
BeLajar IkhLas Meski Tak Rela
BelAjar SeTia Mesti Tergoda
BelaJar dan Terus Belajar dEngan Keyakinan Setegar Karang,
WalaU Telah MenJadi Kodrat,Hati Seperti Gelombang Air Laut Yang Pasang Surut & Sering Terbawa Arus...
Maka itu teruslah Belajar untuk TeTap berada di Jalan yaNg Benar..
Belajar Menjadi lebih Baik Untuk MenJadi Yang TerBaik...

Sabtu, 16 Juli 2011

Kata Mutiara Kehidupan

ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan
ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia masa muda yang abadi,
ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan,
ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan,
ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Allah,
ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan,
ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
ambillah waktu untuk memberi, itu dapat membuat hidup terasa berarti,
ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan
ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga...

Sabtu, 09 Juli 2011

Surat An-Nisa " Satu Bukti Islam Memuliakan Wanita "

Sudah kita maklumi keberadaan wanita dalam Islam demikian dimuliakan, terlalu banyak bukti yang menunjukkan kenyataan ini. Sampai-sampai ada satu surah dalam Al-Qur`anul Karim dinamakan surah An-Nisa`, artinya wanita-wanita, karena hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita lebih banyak disebutkan dalam surah ini daripada dalam surah yang lain. (Mahasinut Ta`wil, 3/6)
Untuk lebih jelasnya kita lihat beberapa ayat dalam surah An-Nisa` yang berbicara tentang wanita.
1. Wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki.
Surah An-Nisa` dibuka dengan ayat:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً
“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An-Nisa`: 1)
Ayat ini merupakan bagian dari khutbatul hajah yang dijadikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembuka khutbah-khutbah beliau. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa dari jiwa yang satu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan pasangannya. Qatadah dan Mujahid rahimahumallah mengatakan bahwa yang dimaksud jiwa yang satu adalah Nabi Adam ‘alaihissalam. Sedangkan pasangannya adalah Hawa. Qatadah mengatakan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. (Tafsir Ath-Thabari, 3/565, 566)
Dalam hadits shahih disebutkan:
إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَِإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ وَفِيْهَا عِوَجٌ
“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini ada dalil dari ucapan fuqaha atau sebagian mereka bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk. Hadits ini menunjukkan keharusan berlaku lembut kepada wanita, bersikap baik terhadap mereka, bersabar atas kebengkokan akhlak dan lemahnya akal mereka. Di samping juga menunjukkan dibencinya mentalak mereka tanpa sebab dan juga tidak bisa seseorang berambisi agar si wanita terus lurus. Wallahu a’lam.”(Al-Minhaj, 9/299)
2. Dijaganya hak perempuan yatim.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا
“Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian tidak berlaku aniaya.” (An-Nisa`: 3)
Urwah bin Az-Zubair pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى maka Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab, “Wahai anak saudariku1. Perempuan yatim tersebut berada dalam asuhan walinya yang turut berserikat dalam harta walinya, dan si wali ini ternyata tertarik dengan kecantikan si yatim berikut hartanya. Maka si wali ingin menikahinya tanpa berlaku adil dalam pemberian maharnya sebagaimana mahar yang diberikannya kepada wanita lain yang ingin dinikahinya. Para wali pun dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim terkecuali bila mereka mau berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim serta memberinya mahar yang sesuai dengan yang biasa diberikan kepada wanita lain. Para wali kemudian diperintah untuk menikahi wanita-wanita lain yang mereka senangi.” Urwah berkata, “Aisyah menyatakan, ‘Setelah turunnya ayat ini, orang-orang meminta fatwa kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perkara wanita, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat:
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ
“Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita.” (An-Nisa`: 127)
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat yang lain:
وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ
“Sementara kalian ingin menikahi mereka (perempuan yatim).” (An-Nisa`: 127)
Salah seorang dari kalian (yang menjadi wali/pengasuh perempuan yatim) tidak suka menikahi perempuan yatim tersebut karena si perempuan tidak cantik dan hartanya sedikit. Maka mereka (para wali) dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim yang mereka sukai harta dan kecantikannya kecuali bila mereka mau berbuat adil (dalam masalah mahar, pent.). Karena keadaan jadi terbalik bila si yatim sedikit hartanya dan tidak cantik, walinya enggan/tidak ingin menikahinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 4574 dan Muslim no. 7444)
Masih dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ قُلِ اللهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللاَّتِي لاَ تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ
Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepada kalian tentang mereka dan apa yang dibacakan kepada kalian dalam Al-Qur`an tentang para wanita yatim yang kalian tidak memberi mereka apa yang ditetapkan untuk mereka sementara kalian ingin menikahi mereka.” (An-Nisa`: 127)
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
أُنْزِلَتْ فِي الْيَتِيْمَةِ، تَكُوْنُ عِنْدَ الرَّجُلِ فَتَشْرِكُهُ فِي مَالِهِ، فَيَرْغَبُ عَنْهَا أَنْ يَتَزَوَّجَهَا وَيَكْرَهُ أَنْ يُزَوِّجَهَا غَيْرَهُ، فَيَشْرَكُهُ فِي ماَلِهِ، فَيَعْضِلُهَا، فَلاَ يَتَزَوَّجُهَا وَيُزَوِّجُهَا غَيْرَهُ.
“Ayat ini turun tentang perempuan yatim yang berada dalam perwalian seorang lelaki, di mana si yatim turut berserikat dalam harta walinya. Si wali ini tidak suka menikahi si yatim dan juga tidak suka menikahkannya dengan lelaki yang lain, hingga suami si yatim kelak ikut berserikat dalam hartanya. Pada akhirnya, si wali menahan si yatim untuk menikah, ia tidak mau menikahinya dan enggan pula menikahkannya dengan lelaki selainnya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5131 dan Muslim no. 7447)
3. Cukup menikahi seorang wanita saja bila khawatir tidak dapat berlaku adil secara lahiriah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
“Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” (An-Nisa`: 3)
Yang dimaksud dengan adil di sini adalah dalam perkara lahiriah seperti adil dalam pemberian nafkah, tempat tinggal, dan giliran. Adapun dalam perkara batin seperti rasa cinta dan kecenderungan hati tidaklah dituntut untuk adil, karena hal ini di luar kesanggupan seorang hamba. Dalam Al-Qur`anul Karim dinyatakan:
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ
“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” (An-Nisa`: 129)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat di atas, “Maksudnya, kalian wahai manusia, tidak akan mampu berlaku sama di antara istri-istri kalian dari segala sisi. Karena walaupun bisa terjadi pembagian giliran malam per malam, namun mesti ada perbedaan dalam hal cinta, syahwat, dan jima’. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ‘Abidah As-Salmani, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahumullah.”
Setelah menyebutkan sejumlah kalimat, Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan pada tafsir ayat: فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ maksudnya apabila kalian cenderung kepada salah seorang dari istri kalian, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cenderung secara total padanya, فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ “sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” Maksudnya istri yang lain menjadi terkatung-katung. Kata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Adh Dhahhak, Ar-Rabi` bin Anas, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan, “Makna كَالْمُعَلَّقَةِ, seperti tidak punya suami dan tidak pula ditalak.” (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 2/317)
Bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita. Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam.
4. Hak memperoleh mahar dalam pernikahan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَءَاتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا
“Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari mahar tersebut dengan senang hati maka makanlah (ambillah) pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik akibatnya.” (An-Nisa`: 4)
5. Wanita diberikan bagian dari harta warisan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا
“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ayah-ibu dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian dari harta peninggalan ayah-ibu dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.” (An-Nisa`: 7)
Sementara di zaman jahiliah, yang mendapatkan warisan hanya lelaki, sementara wanita tidak mendapatkan bagian. Malah wanita teranggap bagian dari barang yang diwarisi, sebagaimana dalam ayat:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا
“Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mewarisi wanita dengan jalan paksa.” (An-Nisa`: 19)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menyebutkan, “Dulunya bila seorang lelaki di kalangan mereka meninggal, maka para ahli warisnya berhak mewarisi istrinya. Jika sebagian ahli waris itu mau, ia nikahi wanita tersebut dan kalau mereka mau, mereka nikahkan dengan lelaki lain. Kalau mau juga, mereka tidak menikahkannya dengan siapa pun dan mereka lebih berhak terhadap si wanita daripada keluarga wanita itu sendiri. Maka turunlah ayat ini dalam permasalahan tersebut.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 4579)
Maksud dari ayat ini, kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, adalah untuk menghilangkan apa yang dulunya biasa dilakukan orang-orang jahiliah dari mereka dan agar wanita tidak dijadikan seperti harta yang diwariskan sebagaimana diwarisinya harta benda. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an, 5/63)
Bila ada yang mempermasalahkan, kenapa wanita hanya mendapatkan separuh dari bagian laki-laki seperti tersebut dalam ayat:
يُوصِيكُمُ اللهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ اْلأُنْثَيَيْنِ
“Allah mewasiatkan kepada kalian tentang pembagian warisan untuk anak-anak kalian, yaitu bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan….” (An-Nisa`: 11)
Maka dijawab, inilah keadilan yang sesungguhnya. Laki-laki mendapatkan bagian yang lebih besar daripada wanita karena laki-laki butuh bekal yang lebih guna memberikan nafkah kepada orang yang di bawah tanggungannya. Laki-laki banyak mendapatkan beban. Ia yang memberikan mahar dalam pernikahan dan ia yang harus mencari penghidupan/penghasilan, sehingga pantas sekali bila ia mendapatkan dua kali lipat daripada bagian wanita. (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/160)
6. Suami diperintah untuk berlaku baik pada istrinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.” (An-Nisa`: 19)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat di atas menyatakan: “Yakni perindah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) dan perbagus perbuatan serta penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau menyukai bila ia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya) juga berbuat yang sama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam hal ini:
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluarga (istri)ku.”2 (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/173)
7. Suami tidak boleh membenci istrinya dan tetap harus berlaku baik terhadap istrinya walaupun dalam keadaan tidak menyukainya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19)
Dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an (5/65), Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ (“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka”), dikarenakan parasnya yang buruk atau perangainya yang jelek, bukan karena si istri berbuat keji dan nusyuz, maka disenangi (dianjurkan) (bagi si suami) untuk bersabar menanggung kekurangan tersebut. Mudah-mudahan hal itu mendatangkan rizki berupa anak-anak yang shalih yang diperoleh dari istri tersebut.”
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yakni mudah-mudahan kesabaran kalian dengan tetap menahan mereka (para istri dalam ikatan pernikahan), sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan yang banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat. Sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang ayat ini: ‘Si suami mengasihani (menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan rizki kepadanya berupa anak dari istri tersebut dan pada anak itu ada kebaikan yang banyak’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya yang lain.” (HR. Muslim no. 1469)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan larangan (untuk membenci), yakni sepantasnya seorang suami tidak membenci istrinya. Karena bila ia menemukan pada istrinya satu perangai yang tidak ia sukai, namun di sisi lain ia bisa dapatkan perangai yang disenanginya pada si istri. Misalnya istrinya tidak baik perilakunya, tetapi ia seorang yang beragama, atau berparas cantik, atau menjaga kehormatan diri, atau bersikap lemah lembut dan halus padanya, atau yang semisalnya.” (Al-Minhaj, 10/58)
8. Bila seorang suami bercerai dengan istrinya, ia tidak boleh meminta kembali mahar yang pernah diberikannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَءَاتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلاَ تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا. وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
“Dan jika kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikitpun dari harta tersebut. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (An-Nisa`: 20-21)
9. Termasuk pemuliaan terhadap wanita adalah diharamkan bagi mahram si wanita karena nasab ataupun karena penyusuan untuk menikahinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ
“Diharamkan atas kalian menikahi ibu-ibu kalian, putri-putri kalian, saudara-saudara perempuan kalian, ‘ammah kalian (bibi/ saudara perempuan ayah), khalah kalian (bibi/ saudara perempuan ibu), putri-putri dari saudara laki-laki kalian (keponakan perempuan), putri-putri dari saudara perempuan kalian, ibu-ibu susu kalian, saudara-saudara perempuan kalian sepersusuan, ibu mertua kalian, putri-putri dari istri kalian yang berada dalam pemeliharaan kalian dari istri yang telah kalian campuri. Tetapi jika kalian belum mencampuri istri tersebut (dan sudah berpisah dengan kalian) maka tidak berdosa kalian menikahi putrinya. Diharamkan pula bagi kalian menikahi istri-istri anak kandung kalian (menantu)…” (An-Nisa`: 23)
Diharamkannya wanita-wanita yang disebutkan dalam ayat di atas untuk dinikahi oleh lelaki yang merupakan mahramnya, tentu memiliki hikmah yang agung, tujuan yang tinggi yang sesuai dengan fithrah insaniah. (Takrimul Mar`ah fil Islam, Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu, hal. 16)
Di akhir ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ اْلأُخْتَيْنِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
“(Diharamkan atas kalian) menghimpunkan dalam pernikahan dua wanita yang bersaudara, kecuali apa yang telah terjadi di masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa`: 23)

Kutipan Puisi Jalaluddin Rumi

Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untuk mereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu
muram cahaya mentari,
pucat dingding ini
Cinta menjauh
Cahayanya berubah
Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan

Jumat, 08 Juli 2011

My Valentine Lyric

If there were no words
No way to speak
I would still hear you

If there were no tears
No way to feel inside
I'd still feel for you

And even if the sun refuse to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart
Until the end of time
You're all i need
My love, my valentine

All of my life
I have been waiting for
All you give to me
You've opened my eyes
And showed me how to love unselfishly

I've dreamed of this a thousand times before
In my dreams i couldnt love you more
I will give you my heart
Until the end of time
You're all i need
My love, my valentine

La da da
Da da da da

And even if the sun refuse to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart
Until the end of time
Cuz all i need
Is you, my valentine

You're all i need
My love, my valentine

Kutipan kata dari Novel Habiburrahman El Shirazy

Dalam hidup ini tak ada yang lebih saya cintai dari
Allah dan Rasul-Nya. Lakal hamdu wasy syukru ya
Rabb. Duhai Tuhanku, kepada-Mu hamba bersimpuh,
hamba sangat bersyukur telah Engkau anugerahi rasa
cinta yang indah ini.

Rasa cinta yang indah inilah yang membuat saya
merasa hidup ini—dengan segala suka dan dukanya—
terasa indah.

Saya merasa bahwa Allah begitu menyayangi dan
mencintai saya dengan segala nikmat yang telah diberikan
kepada saya. Nikmat yang saya sadari maupun yang
tidak saya sadari. Selain nikmat rasa cinta kepada Allah
dan Rasul-Nya, nikmat yang rasakan sangat agung
adalah nikmat indahnya mengenal Islam. Islam, yang
ruhnya adalah ruh cinta kepada semesta alam

Saya merasa bahwa Allah begitu menyayangi dan
mencintai saya dengan segala anugerah yang telah
diberikan kepada saya. Di antara anugerah yang
membuat saya merasa begitu disayang Allah adalah
anugerah suka membaca dan menulis. Dengan banyak
membaca saya semakin mengenal Allah, semakin
mengenal Rasul-Nya, semakin mengenal sifat dan jati
diri orang-orang besar yang saleh dan mulia.

Dengan membaca saya merasakan bisa melipat
ruang dan waktu. Saya bisa merasakan hidup di berbagai
tempat dan saat. Saya bisa menghayati berbagai macam
perasaan jiwa. Saya bisa merasakan ketulusan Abu Bakar
saat menemani hijrah Baginda Rasul. Saya bisa
merasakan dahsyatnya doa Baginda Nabi saat berdoa
sambil menangis menjelang Perang Badar. Saya bisa
merasakan kesedihan kota Madinah saat Rasulullah
wafat. Saya bisa merasakan rasa pilu tiada tara saat
Sayyidina Husein, cucu Rasulullah Saw. dibantai di
Karbala.

Saya bisa merasakan semangat Imam Bukhari
saat bertahun-tahun mengembara mengumpulkan hadishadis
sahih. Saya bisa merasakan kobaran keberanian
tiada tara saat mendengarkan pidato Thariq bin Ziyad
saat membakar kapal-kapal tentaranya begitu menginjak
tanah Andalusia.

Dengan membaca saya bisa merasakan indahnya
musim semi di Istana Al Hamra. Saya bisa merasakan
dahsyatnya rasa rindu Majnun pada Laela. Saya bisa
mencium aroma darah yang menggenang di Kota
Baghdad karena pembantaian yang dilakukan oleh
Tentara Tartar.

Saya juga merasakan aroma yang sama
ketika Amerika melakukan pembantaian yang sama di
Baghdad. Saya bisa merasakan perasaan hancur seorang
ayah di Palestina yang anak kesayangannya ditembak
mati di pangkuannya oleh Tentara Israel, seperti yang
dialami ayah Muhammad Al Dorrah. Saya bisa merasakan
ketegangan hidup bergelut dengan laut dan ikan hiu
sendirian berhari-hari dan bermalam-malam seperti yang
dialami Pak Tua dalam The Old Man and The Sea. Saya
bisa merasakan rasa patriot tiada tara yang dirasakan
oleh Soekarno dan Hatta saat memproklamirkan
kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Itulah setetes perasaan yang saya dapat dari membaca.
Masih ada ribuan perasaan dan pengalaman dari
membaca yang tidak mungkin saya ceritakan di sini.
Inilah satu anugerah yang saya rasakan sangat indah,
saya rasakan betapa Tuhan sangat mencintai saya.

Jumat, 01 Juli 2011

Tata cara Sholat Hajat

SHOLAT HAJAT
Shalat Hajat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ia memiliki hajat tertentu dan ia ingin hajat tersebut dikabulkan oleh AllahS WT. Shalat dilakukan minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at dengan salam setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat).
1. Niat shalat hajat:
Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Doa Shalat Hajat

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ

لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.. Segala puji hanya bagi Allah swt atas limpahan nikmat-nikmat dan segala tambahannya. Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu sebanding dengan kemulyaan dan keagungan kekuasaannMu.
Lalu beristigfar
Astagfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaiih.
Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Tuhanku, dari dosa-dosa, dan aku bertaubat kepada-Mu”
Lalu membaca sholawat nabi
Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa.
Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِا

أَسْأَلُكَ مُوْجِباَتِ رَحْمَتِكَ

لْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ

وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ

  لاَ تَدَعْ لِيْ ذَنْباً إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمّاً إِلاَّ فَرَّجْتَهُ

وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضاً إِلاَّ قَضَيْتَهَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaati rohmatika wa‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.
Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”
3. Keutamaan Shalat Hajat
Sabda Rasulullah: “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad) Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.”(HR Baihaqi)

Rabu, 29 Juni 2011

Sedekah

Tidak akan mencapai kebaikan yang sempurna kalau kita tidak mau menafkahkan harta yang kita Cintai ( Al Imran 92 )

Selasa, 28 Juni 2011

Kata Mutiara Cinta 2

Pagi yang cerah ketika bersamamu
malam yang indah ketika mendengarkan suara mu
hati yang bahagia ketika memiliki mu selamanya

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta hanya akan indah pabila berpondasikan kasih sang pencipta…. Karena Cinta berasal dari-Nya… Dan cinta yg paling utama adalah cinta kepada sang pencipta cinta…

Barangsiapa yang membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya. Barangsiapa yang membereskan urusan akheratnya, niscaya Allah akan membereskan baginya urusan dunianya. Barangsiapa yang selalu menjadi penasehat yang baik untuk dirinya sendiri, niscaya Allah akan menjaganya dari segala bencana.
cinta iu seperti seekor kupu-kupuyang indah dan tak mungkin di sentuh,tapi keindahanya dapat menjadikan sebuah taman yang menenangkan..

Diambil dari kata kata mutiara di Internet..semoga bermanfaat buat akhwan dan akhwat...

Minggu, 26 Juni 2011

Doa Buka Hati

01. Allahumma nawwir quluubana binuuri hidayatika liyakuunal ghodhoba wal ’ajaba walhasada muhawwalaa ila nuuri rohmatika wahidaayatika

01. Yaa Allah, Terangilah hati kami dengan cahaya petunjukMU, supaya kemarahan, kesombongan dan sifat kedengkian berubah menjadi cahaya rahmatMU dan petunjukMU.

02. Allahumma awzi’ naa anna ’iba bi annal ’afwa huwasabiiluttaqorrubi ilaika, wahdi quluubanaa linas-hula lanaa anna’ fuwa kulla man akhtho a fiinaa

02. Yaa Allah, Berilah kami pemahaman bahwa sesungguhnya memberi maaf adalah jalan untuk mendekatkan diri kepadaMU & berilah petunjuk pada hati kami agar mudah bagi kami untuk memberi maaf pada orang yang salah pada kami.

03. Allahumma innaka ghofuururrohiim, faghfir lijami ‘i man akhthoa fiinaa fainnahum laa ya’ lamuun. Wahdinaa binuuri hidaayatika liyakuuna suu al akhlaaqi muhawwalaa ila nuurika

03. Yaa Allah, Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang, ampunilah setiap orang yang berbuat salah kepada kami, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui-nya. Dan tunjukilah kami dengan cahaya petunjukMU agar akhlaq kami yang buruk berubah menjadi cahayaMU (petunjukMU).

04. Allahummaghfirlanaa djunuubanaa wabaa ’id bainanaa wabaina khothooyaanaa fainnahuu laa yaghfirudj djunuubana illaa anta

04. Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami dan jauhilah kami dari kesalahan karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

05. Robbanaghfirlanaa djunuubanaa maa ’alimnaa minhaa, wamaa lam na’ lam

05. Ya Allah, Ampunilah dosa-dosa kami baik yang kami ketahui (sengaja) maupun yang tidak kami ketahui (tidak sengaja).

06. Allahummathmainna quluubanaa liyakuunaal khoufu wal hammu wal khosy-yatu haa ribatan sinnaa

06. Ya Allah, Berilah ketenangan pada hati kami agar ketakutan, kesedihan dan kekhawatiran jauh dari kami.

07. Allahumma nawwir quluubanaa hatta, nastathi ’a annufarriqolhaqqo minal baathil

07. Ya Allah, Terangilah hati kami hingga kami dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil.

08. Allahumma baariklanaa wanawwir quluubanaa linastathi ’a annasy ‘uro anna hidaayatika taskunu fii quluubinaa

08. Ya Allah, Berilah keberkatan kepada kami dan terangilah hati kami untuk dapat merasakan petunjukMU didalam hati kami.

09. Allahumma nawwir quluubanaa linasy ‘uro annaka man ba ’urrohmati walmaghfiroti fiddunyaa wal aakhiroti

09. Ya Allah, Terangilah hati kami agar kami merasakan sesungguhnya Engkau pemberi rahmat dan ampunan di dunia dan di akhirat.

10. Allahummaj ’al nuuroka yunawwirus samawaati wal ardho wa jamii ’a harokaatinaa kamaa tardho

10. Ya Allah, Jadikanlah cahayaMU menerangi langit dan bumi dan setiap gerakan kami menurut yang Engkau ridhoi.

11. Robbanaftah hikmataka lijamii ‘i makhluuqoo tis samawaati wal ardhi liyakuunuu minal muhtadiin

11. Ya Allah, Ya Tuhan Kami, Bukakanlah pintu hikmahMU (kebijaksanaanMU) untuk semua makhluk yang di langit dan di bumi agar tergolong kepada orang-orang yang mendapat petunjuk.

12. Allahumma baa ’idnaa min djhulmisy syaithooni wasyarrihi kamaa baa ’ad ta bainal masyriqi wal maghribi

12. Ya Allah, Jauhkanlah kami dari kezholiman syaiton dan keburukannya, seperti engkau menjauhkan antara timur dan barat.

13. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanataw wafil aakhiroti hasanataw waqinaa ‘adjaabannaar

13. Ya Allah, Ya Tuhan Kami, Berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.

Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin

Sabtu, 25 Juni 2011

Tetesan Air Mata Ku

Untuk Pertama - Tama Aku bersyukur karena bisa berkenalan dengan mu...karena kau anaknya sholehah, baik, taat pada orang tua dan Istiqomah memakai Jilbab untuk menjaga mahkota mu yang indah itu.

Aku bersyukur bisa mengenal mu, kurasakan rasa senang dan bahagia bila aku mendengar mu bisa tertawa  atau kamu tersenyum waktu aku ketemu dengan mu, dan rasa sedih bila kamu terluka karena sering dimarahin bos kamu....

Aku berterima kepadamu karena kamu banyak kasih support dan nasehat ke aku, semoga bisa membuatku menjadi orang yang lebih baek...

Walaupun kita jarang ketemu aku juga merasa sangat senang waktu ngobrol dengan mu lewat telpon, kulepaskan rasa rinduku kepadamu...

Kadang rasa rinduku ini aku lepaskan hanya dengan melihat photo mu yang pernah aku minta awal dulu kita kenalan dan itu sudah membuatku senang dan bahagia....

Aku bersyukur sampai saat ini selalu dalam lindungan Mu ya Allah, karena sudah beberapa kali kuteteskan air mata ini ketika aku melihat kamu terlalu terbuka mengenai masalah pribadimu, yang menurut aku itu bukan tempatnya...

Aku bersyukur sampai saat ini masih diberi kesehatan akal , pikiran atau pun yang laen - laennya sampai saat ini dan detik ini.

Aku bisa memetik banyak pelajaran atas kejadian ini, semoga bisa membuatku untuk istrospeksi diri untuk selalu memperbaiki diri..

Insyaallah aku Akan selalu Berdoa semoga kamu sekeluarga diberi kesehatan dan selalu dalam lindnganNya, semoga kamu selalu diberi kesabaran , ketabahan dalam menghadapi sesuatu, mendapatkan limpahan rizkinya, dan selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam pekerjaan , kuliah ataupun yang lainnya...aminnn

Semoga tali silaturahmi itu tetap terjaga......aminnnn

Cinta

1. “Merindukanmu adalah hobiku, merawatmu adalah pekerjaanku, membuatmu bahagia adalah tugasku, dan mencintaimu adalah hidupku” 

2. Aku tak pernah menyesal mencintai mu, yang aku sesali mengapa tidak sejak dulu mencintaimu.

3. “aku memiliki sepasang mata, tp tdk dapat selalu melihatmu.
    aku memiliki sepasang tangan, tp tdk dapat selalu melindungimu.
     tapi aku memiliki sebuah hati, yang selalu berdoa untukmu”

Kata Mutiara Cinta

Jika kita mencintai seseorang
Berusahalan untuk tampil apa adanya
karena Cinta sejati selalu dapat
Menerima Kelebihan dan Kekurangan

Setetes kebencian di dalam hati
Pasti akan membuahkan penderitaan
Tapi setetes cinta di dalam relung hati
akan membuahkan kebahagiaan sejati

Kalahkan Kemarahan dengan Cinta Kasih
Kalahkan Kejahatan dengan Kebajikan
Kalahkan kekikiran dengan Kemurahan Hati
Kalahkan Kesombongan dengan Kejujuran

Nafsu hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat
tapi cinta yang tulus dan sejati akan memberikan
kebahagiaan selamanya

Luruhnya hati bukanlah suatu dosa, Maka Jangan Pernah
Takut untuk Jatuh Cinta

Cinta Tak Harus Saling Memiliki
Kadang Kala Mereka Harus Melepaskan Cinta Tersebut
Karena Cinta yang Sejati Selalu Ingin Membahagiakan
Orang Yang dicintai

Cinta itu seperti art yg indah dan agung,
berbahagialah yg pernah mendapatkannya meskipun tidak abadi

Cinta tidak membuat dunia berputar
Cinta inilah yang membuat perjalanan tersebut berharga

Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain,
tetapi memandang ke luar bersama ke arah yang sama.

Bel bukanlah bel sebelum engkau membunyikannya
Lagu bukanlah lagu sebelum engkau menyanyikannya
Cinta di dalam hatimu tidak diletakkan untuk tinggal di sana

Wanita Sholehah

Wanita adalah Hiasan Dunia, dan sebaik - baik hiasan dunia adalah Wanita Sholehah

Rabu, 22 Juni 2011

Untuk yang Mau Menikah dan Sudah Menikah

Untuk yang ingin menikah, akan menikah dan sudah menikah ~

1. Ketika akan menikah

janganlah mencari isteri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita.

janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.


2. Ketika melamar

anda bukan sedang meminta kepada orang tua atau wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua atau wali si gadis.


3. Ketika akad nikah

anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.


4. Ketika resepsi pernikahan

catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo'akan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk bercerai karena mensia-siakan do'a mereka.


5. Sejak malam pertama

bersyukur dan bersabarlah anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat


6. Selama menempuh hidup berkeluarga

sedarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak mulus jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh dengan onak dan duri


7. Ketika biduk rumah tangga oleng

jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegangan tangan.


8. Ketika belum memiliki anak

cintailah isteri atau suami anda 100%.


9. Ketika telah memiliki anak

jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.


10. Ketika ekonomi keluarga belum membaik

yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.


11. Ketika ekonomi membaik

jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.


12. Ketika anda adalah suami

boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan anda.


13. Ketika anda adalah isteri

tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.


14. Ketika mendidik anak

jangan pernah berpikir bahwa orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak.


15. Ketika anak bermasalah

yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.


16. Ketika ada PIL

jangan diminum, cukupkanlah suami sebagai obat.


17. Ketika ada WIL

jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.


18. Ketika memilih potret keluarga

pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga sakinah, mawadah, waramah.


19. Ketika ingin langgeng harmonis

gunakanlah formula 6 k :


ketaqwaan
kasih sayang
kesetiaan
komunikasi
keterbukaan
kejujuran

Selasa, 21 Juni 2011

Tinta Buat Bakal Suami dan Kesetiaan Seorang Wanita.

Tinta Buat Bakal Suami dan Kesetiaan Seorang Wanita....

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatkanku begitu berani untuk mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah kukenali.

Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada sesiapa. Apatah lagi meluahkan sesuatu yang hanya kukhususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatkan aku tersedar dari lenaku yang panjang.

Aku telah dididik ibu sejak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku kerana Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggung jawab ibu bapa terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil alih tanggungjawab itu daripada mereka. Jadi, kau telah wujud di dalam diriku sejak dulu lagi.

Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku untuk mana-mana lelaki kerana aku tidak mahu membelakangimu. Aku menghalang diriku daripada mengenali mereka kerana aku tidak mahu mengenali lelaki lain selainmu, apatah lagi memahami mereka.

Kerana itulah, aku sedaya kudrat yang lemah ini membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih bersifat ‘perumahan’ kerana rumah itu tempat yang terbaik buat seorang perempuan.

Aku sering sahaja berasa tidak selamat diperhatikan lelaki. Bukanlah aku menyangka buruk terhadap mereka, tetapi bagiku, lebih baik berjaga-jaga kerana contoh banyak di depan mata.

Apabila terpaksa berurusan dengan mereka, akan kubuat expressionless face dan cool. Akan kupalingkan wajahku dari lelaki yang ralit merenungku ataupun cuba menegurku.

Aku cuba sedaya mungkin melarikan pandanganku dari ajnabi kerana pesan Sayyidatina Aisyah, sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang. Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki.

Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa guna aku menjadi idaman ramai lelaki sedangkan aku hanya boleh menjadi milikmu seorang. Aku tidak berasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku berasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang boleh dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mahu menjadi punca kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat kuberikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai disoal? Adakah itu sumbanganku pada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, akulah yang terlebih dahulu perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki kelemahan dan menghias peribadiku kerana itulah yang dituntut Allah.

Andainya aku inginkan lelaki yang baik menjadi suamiku aku juga perlu menjadi perempuan yang baik untuknya. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan, sebagai manusia aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Setiap kali perasaan itu datang setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahawa aku perlu menjaga perasaan itu kerana ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi lebihan lelaki lain. Lelaki itu berhak mendapat kasih yang tulen, bukan yang telah di bahagi-bahagikan.

Diriku yang sememangnya lemah ini diuji Allah apabila seorang lelaki secara tidak sengaja mahu berkenalan denganku. Aku secara keras menolak. Berbagai-bagai dalil kukemukakan, tetapi dia tidak mahu mengalah.

Lelaki itu tidak hanya berhenti di situ sebaliknya sentiasa menghubungi dan menggangguku. Aku berasa amat tidak tenteram, seolah-olah seluruh kehidupanku yang ceria selama ini telah dirampas dari diri ini.

Aku tertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristighfar memohon keampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Dia melindungi diriku daripada sebarang kejahatan.

Kehadirannya membuatkan aku banyak memikirkanmu. Kurasakan seolah-olah dirimu wujud bersamaku. Di mana sahaja aku berada, akal sedarku membuat perhitungan denganmu. Kutahu lelaki yang melamarku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hati, woman intuitionku yang mengatakan lelaki itu bukan untukku.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih berlian sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang bisa wujud di mana-mana. Namun, aku juga punya keinginan seperti gadis lain, dilamar lelaki yang bakal dinobat sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tuju yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah seindah Nabi Yusuf A.S. yang mampu mendebarkan jutaan gadis untuk membuatku terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Luh Mahfuz, Allah pasti akan mencampakkan rasa kasih di dalam hatiku, jua hatimu kali pertama kita berpandangan. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan kau zahirkan perasanmu itu padaku kerana kau masih tidak mempunyai hak untuk berbuat begitu. Juga jangan kau lampaui batasan yang telah ditetapkan syarak. Aku bimbang perlakuan itu akan memberi impak yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak, cukuplah dirimu yang diinfak seluruhnya pada jalan mencari redha Ilahi. Aku akan berasa amat bertuah andai dapat menjadi tiang seri ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Ilahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, menghulurkan tanganku untuk kau berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukesat darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah andainya kau menyerahkan seluruh cintamu padaku. Bukan itu yang kumimpikan. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu.

Kerana dengan mencintai Allah kau akan mencintaiku kerana-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta insan biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Aku juga tidak ingin dilimpahi kemewahan dunia. Cukuplah dengan kesenangan yang telah diberikan ibu bapaku.

Apa guna kau menimbun harta untuk kemudahanku sekiranya harta itu membuatkan kau lupa pada tanggungjawabmu terhadap agama. Aku tidak akan sekali-kali bahagia melihatmu begitu. Biarlah kita hidup di bawah jaminan Allah sepenuhnya. Itu lebih bermakna bagiku.

Sabtu, 18 Juni 2011

Kiat Membangun keluarga Sakinah

PRAKATA
  • Wahai istriku, janganlah engkau terlampau mencintaiku. Aku hanyalah sekadar mahluk yang tiada daya dan upaya. Aku tidak pernah bisa membelamu, kecuali kalau Allah mengaruniakan kekuatan kepadaku.
  • Aku tidak akan pernah mampu memberi nafkah kepadamu satu rupiah pun kecuali kalau Allah menitipkan rezeki kepadaku. Cintailah Allah Pemilik alam semesta ini
  • Sekiranya Allah mencintaimu, maka niscaya Dia akan memelihara dirimu walaupun aku jauh darimu. Sekiranya Allah menyayangimu, maka Dia pasti membela dan mencukupimu walaupun aku tidak berdaya untuk membela dan mencukupimu.
  • Cintailah aku sekadar apa yang diperintahkan Allah kepadaku

  • Pilar PERTAMA
    • Mempersiapkan Diri
      • Berikhtiar mencari pasangan terbaik bagi kita dengan cara yang baik
      • Siapkan Akhlak dan Kepribadian menjadi DEWASA
      • SIAPKAN ILMU
        • ILMU AGAMA
          —pelajari rumah tangga Rasulullah saw
        • ILMU UMUM
          —ilmu kesehatan
          —ilmu merawat tubuh
          —cara memahami wanita(bagi pria)
          —cara memahami pria(bagi wanita)
      • Siapkan Keterampilan
        • Keterampilan Menata Rumah
        • Keterampilan mencari penghasilan tambahan
        • Memasak
        • Keterampilan menekan biaya hidup
      • Untuk yang SUDAH MENIKAH inilah saatnya MENATA ULANG dan BELAJAR MENJALANINYA
    • GAGAL merencanakan sama dengan merencanakan KEGAGALAN
    • Kuncinya adalah Allah

  • Pilar KEDUA
    • Menentukan Visi
      • Meneguhkan Keimanan
        • Allah Oriented
        • Tidak ada orang IKHLAS kecuali yakin pada Allah
        • Tidak ada orang yang SABAR kecuali kenal pada Allah
        • Tidak ada orang yang ZUHUD pada dunia kecuali yang tahu kekayaan Allah
        • Tidak ada orang yang TAWADHU kecuali yang tahu kehebatan Allah
      • Istiqamah Beramal Saleh
        • Menjadikan keluarga yang produktif dengan amal kebaikan
      • Saling Menasihati
        • Mengajak pada kebajikan
        • Tegur dalam kemungkaran

  • Pilar KETIGA
    • Membagi dan Bekerjasama
      • Suami
        • Peran Suami Dalam Keluarga
          • Sebagai Pemimpin
            • Mampu Menjaga Sikap dan tidak merendahkan anggota keluarga lain
          • Pelindung Keluarga
          • Mencari Rezeki yang halal untuk keluarga
          • Mendidik Keluarga
          • Dapat menggali potensi keluarga
        • Tanggung Jawab Suami pada istri
          • Membimbing istri untuk beribadah pada Allah
          • Menggauli istri dengan baik dan lemah lembut
          • Memenuhi kebutuhan biologis
            • “istri-istrimu adalah(seperti) tanah tempat kamu untuk bercocok tanam..”(Al Baqarah:223)
            • Tidak boleh menolak apabila salah satu menginginkan berhubungan intim
          • Menjaga kehormatan istri
            • Rasulullah saw pernah ditanya, “Apa hak istri kita yang wajib kita penuhi?” Rasulullah saw menjawab “kamu memberi makan kepadanya apabila kamu makan. kamu memberi pakaian kepadanya apabila kamu berpakaian. JANGAN kamu PUKUL wajahnya! JANGAN kamu CELA! dan jangan kamu pisah ranjang kecuali dalam rumah” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i)
          • Menghibur istri
          • Membantu Istri Menjalankan Tanggung jawab rumah tangganya
            • Aisyah ra pernah ditanya, “Apa yang dilakukan Rasulullah saw di rumah?” ia menjawab,”Beliau membantu pekerjaan rumah tangganya”(HR Bukhari)
          • Membantu istri berbakti pada Orangtuanya
        • yang HARUS dimiliki SUAMI
          • Pandangan jauh ke depan
          • Mengatur strategi
          • Pandai Berkomunikasi
          • Pandai memotivasi
          • Pemimpin Efektif
            • Mampu mengontrol rumah tangga saat istri tidak ada
      • Istri
        • Sabda Rasulullah,”Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah WANITA SALEHAH”(HR Muslim)
        • Peran Istri dalam Keluarga
          • Menjadikan Rumah, surga bagi keluarga
          • Siap menjadi tempat CURHAT suami
          • Siap melahirkan Anak dan berdoa agar Anaknya menjadi anak SALEH
          • Siap untuk MENDIDIK ANAK
        • Tanggung Jawab Istri pada Suami
          • Taat pada Suami Kecuali pada kemaksiatan
          • Menjaga Kehormatan dirinya
          • Berhias untuk suami
          • Menjaga harta suami
            • Rasulullah bersabda “Apabila suami sedang pergi, maka ia(istri) bertanggung jawab untuk menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya”(HR Ahmad dan Nasa’i)
          • Menata rumah tangga
            • “Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”(HR Bukhari dan Muslim)
          • Melahirkan dan merawat Anak
            • “Nikahilah wanita yang penuh rasa kasih sayang dan mempunyai potensi untuk melahirkan banyak anak. Sesungguhnya aku akan bangga dengan banyaknya umatku (di hari akhir kelak)” (HR Ahmad dan Nasa’i)
          • Menemani suami dalam bepergian, kecuali dalam kemaksiatan
          • Amanah
        • Istri Salehah adalah ISTRI yang SETIA

  • Pilar KEEMPAT
    • Mendidik Anak dengan Cinta
      • Mendidik dengan Keteladanan
      • Pendidikan yang harus diberikan
        • Pendidikan Akhlak
        • Pendidikan Jasmani membentuk badan yang sehat
        • Pendidikan Mental untuk membentuk pola pikir anak
        • Pendidikan sosial memupuk rasa persaudaraan
      • Pendidikan Agama yang perlu diperhatikan
        • Memantapkan Tauhid
        • Berbuat baik pada orangtua
        • Menanamkan Tanggung jawab
        • Membiasakan shalat
        • Amar Ma’ruf dan Nahyi Mungkar
        • Menanamkan kesabaran
      • Melatih Keterampilan Praktis
        • Keterampilan dalam rumah
          • Membersihkan rumah dsb
        • Keterampilan penggunaan sarana vital sehari-hari seperti telpon
        • Mengajarkan Kerapihan
        • Mengelola Uang berhemat, menabung, infaq dan shadaqah

  • Pilar KELIMA
    • Menangani KONFLIK
      • Siap dengan hal yang tidak kita duga
        • Belajar untuk lapang dada dan bersabar
      • Memperbanyak Pesan Diri
        • Memberitahukan kebiasan-kebiasan diri kita sehingga tidak terjadi salah paham
      • Tegakkan Aturan
        • aturan yang sesuai keinginan bersama dengan akhlakul karimah sehingga tidak ada yang sakit hati

  • Pilar KEENAM
    • Merawat Cinta Kasih
      • Berkomunikasi yang menyenangkan
        • Berani mengakui jasa dan kelebihan anggota keluarga lain
        • Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan anggota keluarga lain
        • Lihat kekurangan dan kesalahan diri
        • Lupakan jasa dan kebaikan diri
      • Langkah Praktis Memelihara Kasih sayang dalam Keluarga
        • Menerima apa adanya(karakter, fisik, Potensi)
        • Menyadari kewajiban dan menghormati hak
        • memelihara martabat dan kerahasiaan
        • mengendalikan rasa cemburu dan tidak membicarakan hal yang tidak disukainya
        • Berlapang dada, berjiwa besar, penuh maaf, doa dan berbaik sangka
        • Memanggil dengan nama yang disukai
        • Shalat berjamaah dan makan bersama
        • saling menghibur dan saling memberi hadiah sepulang bepergian atau pada hari istimewa seperti ulang tahun dsb
      • Kewajiban Orangtua terhadap Anak
        • Menyengaja dan berdoa pada Allah untuk mempunyai anak
        • Memohon, mendoakan dan menyiapkan diri
        • memberi nama yang baik dan mengandung doa
        • mendidik dengan penuh cinta
        • memberi makan-minum yang halal dan baik, serta makan bersama
        • membelai penuh kasih dan sayang, menghormati pendapatnya dan memuji prestasinya
        • Memberi contoh dan bertutur benar dan baik
        • Meneladankan adab dan akhlak yang mulia
        • Mencarikan lembaga pendidikan, teman dan lingkungan
        • Menjadikan diri sebagai guru dan pelindung baginya
        • Menyediakan waktu untuk bercengkerama
        • Mengajarkan Al-Quran dan ibadah
      • Kewajiban Anak terhadap Orangtua
        • Taat dan bersyukur
        • Hormat dan Bangga
        • Menjaga perkataan
        • Mendoakan dan menciumnya
        • Memelihara harta dan nama baiknya
        • Menghormati keluarga dan teman baiknya
        • Tidak mencampuri urusan, khususnya bila tidak diminta
        • Mendahulukan ibu, kemudian Ayah
        • Mengurus dan merawatnya ketika sakit dan tua
        • Bila wafat, mandikan, kafani, shalatkan, kuburkan dan doakan
        • Harta Waris adalah amanahnya
      • Demokratis terhadap Anak, tidak otoriter

  • Selasa, 14 Juni 2011

    SMS Cinta

    Mungkin Bisa berguna buat kalian semua...
          
          AKu CinTA Padamu.....

    Aku cinta padamu
    Tiga kata yang terucap
    Tiga detik untuk menyatakan
    Tiga menit untuk menjelaskan
    Tiga jam untuk menunjukkan
    Tapi untuk membuktikan
    Akan kuberikan waktu seumur hidupku

        Cinta Tak Sempurna

    Ketika cintamu menjadi lukaku
    Aku tak ingin peduli sakitnya
    Jika cintamu meneteskan air mataku
    Aku ingin tetap tersenyum untukmu
    Aku hanya ingin engkau tahu
    Walaupun cintaku tak sempurna
    Betapa tulus hatiku mencintaimu


         CInTa Mu

    Cintamu adalah keindahan
    Memandangmu selalu tak membuatku jemu
    Cintamu adalah nafasku
    Denganmu aku ingin hidup seribu tahun lagi
    Cintamu membuat hidupku sempurna

       Seperti Bayangan

    Kau boleh cuekin aku…
    Kau boleh lupakan aku…
    Tapi, ketika kau ingin menemuiku…
    Lihat bayanganmu sendiri…
    Seperti itulah, aku kan selalu ada untukmu…

    Romantic song

    Sometimes When We Touch - Dan Hill

    You ask me if I love you
    And I choke on my reply
    I'd rather hurt you honestly
    Than mislead you with a lie
    And who am I to judge you
    On what you say or do?
    I'm only just beginning to see the real you

    And sometimes when we touch
    The honesty's too much
    And I have to close my eyes and hide
    I wanna hold you til I die
    Til we both break down and cry
    I wanna hold you till the fear in me subsides

    Romance and all its strategy
    Leaves me battling with my pride
    But through the insecurity
    Some tenderness survives
    I'm just another writer
    Still trapped within my truth
    A hesitant prize fighter
    Still trapped within my youth

    And sometimes when we touch
    The honesty's too much
    And I have to close my eyes and hide
    I wanna hold you til I die
    Til we both break down and cry
    I wanna hold you till the fear in me subsides

    At times I'd like to break you
    And drive you to your knees
    At times I'd like to break through
    And hold you endlessly

    At times I understand you
    And I know how hard you've tried
    I've watched while love commands you
    And I've watched love pass you by

    At times I think we're drifters
    Still searching for a friend
    A brother or a sister
    But then the passion flares again

    And sometimes when we touch
    The honesty's too much
    And I have to close my eyes and hide
    I wanna hold you til I die
    Til we both break down and cry
    I wanna hold you till the fear in me subsides

    Buat yang lagi Jatuh CinTa....mungkin aja cocok ni lagu...

    Wanita Idaman

    Wanita adalah ciptaan Tuhan yang paling indah. Wanita sesungguhnya merupakan ciptaan Allah swt yang sangat halus dan peka dengan sesuatu yang ada disekitarnya. Dalam segala masalah selalu mendahulukan perasaan, senang di puji dan selalu membutuhkan orang lain sebagai tempat berkeluh kesah. Tapi kadang kala, tidak semua wanita bisa menjadi wanita idaman. Karena pada masa ini, wanita idaman lebih dikenal dengan wanita-wanita cantik..

    Dalam doktrin islam sebenarnya seorang wanita bisa dikatakan sebagai wanita idaman jika memenuhi 4 syarat mutlak, yaitu; pertama, Baik agamanya. Karena ada anjuran dari Nabi tentang hal itu, sebagaimana sabdanya yang berbunyi:

    فاظفر بذات الدين


    Artinya: " Pilihlah kamu sekalian kepada perempuan yang baik agamanya"

    Pada dasarnya hadist di atas menjelaskan tentang kebaikan agama yang dapat menciptakan sifat mulia kepada wanita, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Muti'ah sosok yang perbuatannya selalu menggambarkan budi pekerti yang mulia dalam menjalankan segala aktivitasnya, tentunya hal itu didukung dengan doktrin Islam yang kuat. Di samping itu juga, Nabi pernah berkata bahwa muti'ah adalah sosok wanita yang pertama masuk surga dari golongannya. Lalu apakah kita hanya diam saja, tidakkah kita mau mengikuti jejak beliau dalam beragama. Mungkin saat-saat sekarang ini wanita terlalu di giurkan atau terobsesi dengan budaya barat dalam khidupan sehari-harinya, penuh dengan pesona kebebasan yang tiada ujung tanduknya. Kedua, Keturunannya. Karena ada sebuah hadits yang menganjurkan untuk berhati-hati dalam satu hal ini, sebagaimana sabda Nabi saw yang berbunyi:

    تخيروا لنطفكم ولا تضعوها في غير الاكفاء


    Artinya: " Pilihlah kamu sekalian untuk anak-anakmu (spermamu) dan jangan kamu sekalian meletakkannya pada tempat yang tidak cocok".

    Dari hadis Nabi ini sebenarnya menganjurkan kepada semua laki-laki / prempuan untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. Karena pada dasarnya, sedikit saja keliru memilih pasangan hidup maka akan menyesal untuk selama-lamanya, sebagaimana orang bijak mengatakan "Menyesal kemudian tiada berarti". Apalah arti sebuah penyesalan jika hal itu sudah terjadi, mungkin kasus ini sering terjadi pada zaman ini, orang sering tertipu dengan kecantikan luar, tanpa memandang anak siapa dan silsilah keluarganya seperti apa. Oleh karena itu, sudah waktunya kita untuk berbenah mulai dari awal. Ketiga, Kecantikannya. Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang yang mengarah ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang dan bersemi. Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw, yang berbunyi:

    النساء من تسر اذا نظرت


    Artinya: " Wanita yang cantik adalah wanita yang jika dilihat, kamu merasa senang".

    Jadi pada dasarnya kecantikan itu bersifat relatif, tergantung orang yang memandang. Tetapi menurut pandangan penulis, kecantikan itu ada dua macam; Pertama, Cantik dzhohir (luarnya) dan yang Kedua, Cantik bathin (prilaku yang timbul dalam hati dan diwujudkan dalam bentuk prilaku baik atau akhlaku al-karimah). Adapun kecantikan bathin ini dapat kita ketahui dengan mengerti sifat-sifatnya dan meminta penjelasan terhadap orang yang akrab dengan si perempuan, seperti tetangga atau dengan meminta penjelasan orang yang sangat pantas di percaya penjelasannya, seperti ibu atau saudari si perempuan tersebut. Keempat, Keperawanan. Karena pada zaman ini sangat sulit sekali kita temukan wanita yang bisa mempertahankan harta yang sangat berharga itu, keperawanan ibarat intan atau permata yang sangat berharga dan tinggi nilainya, jika wanita kehilangan keperawanan maka kehidupannya menjadi tiada berarti. Bukti kongkrit dari kejadian itu adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang wartawan yang menyatakan " Mahasiswi di Yogyakarta 99 % tidak ada yang perawan". Apakah kita tidak menyadari akan hal itu menimpa kepada saudara perempuan kita atau anak perempuan kita, jika memang kita tidak menanamkan nilai-nilai agama yang kuat mulai sekarang.

    "Wanita Idaman" dalam konsep fiqh sebenarnya harus memenuhi 4 syarat mutlak di atas. Karena dengan terpenuhinya 4 syarat di atas, maka terciptalah sosok kepribadian yang mulia dalam jiwa wanita tersebut. Jika sosok mulia itu sudah ada dalam jiwa seorang wanita, maka lahirlah rabi'ah, siti Fatimah dan lain-lain pada masa ini. selama ini kita terlalu terobsesi dengan kecantikan yang pada hakikatnya suatu saat akan hilang. Mungkin inilah yang dialami oleh suaminya Raihana dalam novel "Cleopatra" yang begitu mendambakan dapat bersanding dengan wanita mesir dan sampai-sampai rela mengabaikan cinta sejatinya (Raihana) atau bisa dikatakan menyesal menikah dengan Raihana; wanita pilihan ibu tercintanya. Sebenarnya 4 syarat mutlak ini tercakup pada wanita sholehah (sebaik-baik wanita), sampai-sampai dalam sebuah sya'ir dikatakan; "Dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan yang paling baik adalah perempuah Sholehah"

    Pada dasarnya wanita sholehah itu sebenarnya sudah dijelaskan dalam firman Allah swt surat an-Nisa' ayat 34 yang artinya:

    "Maka wanita yang sholehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) ".

    Pada surat An-Nisa' ayat 34 di atas, menjelaskan tentang wanita sholehah adalah perempuan yang taat kepada Allah dan bisa memelihara diri (afif) dari tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. Makanya dalam konsef fiqh sering disebutkan bahwa wanita yang bisa menjaga diri dari hal-hal yang dilarang dalam islam adalah wanita yang sangat baik akhlaknya atau wanita idaman. Jadi, di dalam Islam sebenarnya ada konsep yang menjelaskan tentang wanita idaman yang sesungguhnya.
    YA ALLAH AKU SELALU BERDOA SEMOGA MENDAPATKAN WANITA SHOLEHAH..DAN MEMPUNYAI ANAK YANG SHOLEH /SHOLEHAH YANG TAAT DAN BISA MENJADI KEBANGGAAN ORANG TUA...AMINNN